Skip to main content

Posts

Isi Kepala (1)

 Seperti yang pernah kukatakan sebelumnya, blog ini sebenarnya digunakan untuk mengeluarkan isi kepala yang terkadang terlalu penuh, aneh, dan mengganggu. Akhir-akhir ini entah karena kesibukan atau kejenuhan, berbagai hal bergema di kepala, cukup mengganggu meskipun aktivitas harian tetap berjalan seperti biasa.   Tiba-tiba kepikiran, seru kali ya kalau punya abang atau kakak dan bukan jadi anak perempuan pertama di keluarga. Somehow , menjadi anak perempuan pertama itu tidak mudah, tapi tidak bisa dibilang terlalu sulit juga. Beragam ekspektasi rasanya dijatuhkan begitu saja di jiwa kecil ini, bisa kemana-mana sendiri, berani mencoba berbagai hal baru, ah kalo kamu kan bisa, kalo dia harus ditemani, dll dll. Hmm, melelahkan ya, meskipun sebetulnya ini cerita lama dan bukan hal baru.  Sedikit cerita, aku adalah seorang anak perempuan pertama (dan terakhir), yah sebetulnya aku adalah anak tunggal. Meskipun begitu, aku tinggal di rumah dengan beberapa kepala keluarga,...
Recent posts

Ternyata Motivasi itu Lahir dari….

Air   Conditioner (AC) merupakan bagian penting dalam hidup warga Kota S. Eh, tunggu dulu, baru mulai kok tiba-tiba bahas AC? Dilihat dari judulnya harusnya isinya motivasi dan bagaimana mendapatkan motivasi itu. Kok malah AC? Tenang-tenang, benda satu ini nantinya akan menjadi kunci cerita yang sepertinya menarik untuk diceritakan. Tetapi, sebelum membahas soal AC maupun motivasi, kita flashback terlebih dahulu ke awal mula kisah ini terjadi.  Beberapa minggu terakhir gelombang panas sepertinya sedang menghampiri Kota S. Tidak melebih-lebihkan, tetapi panasnya memang seperti ada lima matahari di atas kepala. Di akhir minggu ketiga bulan April, seperti biasa aku dan anak-anak yang itu lagi itu lagi, menghabiskan waktu di tepian sambil menikmati segelas matcha dan sepotong burger yang katanya enak. Hari semakin malam, salah satu yang menjadi topik bahasan kita adalah tentang golongan darah. Konon katanya golongan darah O adalah yg paling manis, jadi disukai nyamuk deh. Betul ju...

Tentang Buku dan Dunianya

Dulu, ada seorang anak yang berusia sekitar 4 atau 5 tahun. Di rumah kecilnya, ada sebuah lemari besar yang diletakkan di ruang keluarga. Awalnya lemari itu untuk menyimpan barang-barang pajangan milik nenek, tapi lama kelamaan berubah menjadi rak buku yang berisi puluhan buku cerita anak. Setiap buku memiliki nomor dan tanggal pembelian dan tentu saja dibubuhi sebuah tanda tangan (yang berubah-ubah di setiap buku). Nah, milik siapakah buku-buku ini? Ya tentu saja miliknya.  Ada yang bertanya, "kok dia bisa suka baca sih?" Hm, iya mungkin karena terbiasa. Sejak kecil ibunya selalu membacakan cerita sebelum tidur. Sebelum anak itu lancar membaca, buku-buku fabel bergambar itu selalu dibacakan, lalu dia akan membuka dan melihat-lihat ilustrasinya. Sampai pada waktu dimana dia menjadi seorang anak kecil yang bisa membaca sendiri, buku itu menjadi teman setiap malam. Dulu, sekali setiap bulan anak ini selalu diajak pergi ke toko buku di sebuah mall (yang sebenarnya pada waktu itu...

Sedikit Cerita tentang 2025

 Di awal tahun 2026 ini, rasanya kurang lengkap kalau tidak sedikit melakukan flashback ke apa yang terjadi di tahun lalu. Dimulai di awal tahun 2025, kebetulan cuti tahun lalu masih sedikit bersisa jadilah liburan awal tahun. Untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Bumi Pasundan tepatnya di Kota Bandung. Liburan di Kota Bandung menjadi salah satu wishlist yang akhirnya terealisasi. Sejak masih mahasiswa aku sudah ingin sekali ke kota ini, tapi ya apa daya harus ditunda karena waktu itu tunjangan ikatan dinas sudah dihentikan. Trip selama 3 hari 2 malam dan dilanjutkan dengan pulang ke kampung halaman membuat awal tahunku begitu berkesan. Rasanya seperti benar-benar mengawali tahun baru dengan sesuatu yang baru pula.  Waktu itu aku dan seorang temanku pergi ke wisata di Ciwidey. Memang tidak semua plan kami berjalan lancar, karena waktu itu sedang musim hujan dan macetnya perjalanan menuju ke lokasi. Belum lagi ada beberapa kejadian 'unik' yang terjadi, seperti kami yan...

As Long as the Lemon Trees Grow: Suriah dalam Revolusi

  Beberapa waktu yang lalu,  aku menyelesaikan sebuah novel fiksi sejarah berjudul As Long as the Lemon Trees Grow . Berlatar di Kota Homs, Suriah, novel ini menceritakan perjuangan warga Suriah di tengah revolusi yang mengguncang negara mereka. Saat itu, kondisi Suriah sedang sangat genting—perang berkecamuk di berbagai wilayah, dan Homs menjadi salah satu kota yang paling terdampak. Para revolusioner berusaha menjatuhkan pemerintahan yang berkuasa kala itu.      Tokoh utamanya bernama Salama, seorang mahasiswi farmasi yang terpaksa menjadi tenaga medis di tengah kekacauan negaranya. Kurangnya dokter dan banyaknya korban berjatuhan membuatnya bertekad membantu di salah satu rumah sakit di kotanya. Salama kehilangan seluruh keluarganya di suatu insiden tragis, kini ia tinggal bersama Layla   — teman masa kecil sekaligus istri dari kakak laki-lakinya.          Buku fiksi sejarah ini memang membahas tentang perang revolusi yang saat i...

Mengenal Manusia

  Manusia. Satu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga, salah satu jenis makhluk hidup yang menempati planet nomor tiga di susunan tata surya Galaksi Bimasakti. Konon katanya manusia diciptakan dengan segala kesempurnaannya karena ia begitu dicintai oleh Sang Pencipta. Bahkan, di antara semua makhluk yang hidup di planet ini, hanya manusia yang diberikan akal dan perasaan olehNya.  Karena memiliki akal dan perasaan, makhluk ini pun menjadi beraneka ragam sifat dan karakternya. Ada yang hidup menjadi orang baik, ada yang menjadi orang jahat, ada yang sangat jahat (bahkan iblis yang bertugas menghasut manusia pun minder dengannya), dan lain-lain. Mengenal manusia juga tidak sesederhana   itu, hati manusia yang tersembunyi di dalam rongga perut sebelah kanannya tidak bisa dilihat langsung, makanya sulit sekali menebak perasaan makhluk ini. Begitu pula apa yang ada di dalam pikirannya. Otak dilindungi oleh suatu kerangka keras bernama tengkorak, kalau tidak dibuka, apa i...

Sedikit Review Buku 'Semua Ikan di Langit'

Beberapa waktu yang lalu tepatnya di 7 Juli aku membeli sebuah novel yang berjudul "Semua Ikan di Langit". Buku ini aku beli karena cover -nya yang menarik dan ada seseorang yang me- review bukunya dan dia mengatakan bahwa bukunya bagus dan mengandung banyak pesan untuk pembaca. Selain itu, ya karena lagi ingin ganti genre saja. Nah, dari situ akhirnya aku check out bukunya di Gramedia Shopee (sekalian waktu promo kan).  Setelah sekitar 3 minggu, akhirnya buku dengan tebal 216 halaman ini berhasil kuselesaikan. Awalnya, aku kira novel ini hanyalah fantasi biasa—ceritanya seru dan bisa selesai dalam beberapa hari. Tapi ternyata, aku salah. Menurutku cerita dalam novel ini tidak bisa diselesaikan dalam beberapa hari, perlu dibaca dengan pelan, baru kita bisa memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis.  Berkeliling bersama Beliau  Menceritakan seorang Bus Damri yang diajak berkeliling angkasa bersama seorang anak laki-laki yang kelak dipanggil 'Beliau'. Nah, siapa...