Air Conditioner (AC) merupakan bagian penting dalam hidup warga Kota S. Eh, tunggu dulu, baru mulai kok tiba-tiba bahas AC? Dilihat dari judulnya harusnya isinya motivasi dan bagaimana mendapatkan motivasi itu. Kok malah AC? Tenang-tenang, benda satu ini nantinya akan menjadi kunci cerita yang sepertinya menarik untuk diceritakan. Tetapi, sebelum membahas soal AC maupun motivasi, kita flashback terlebih dahulu ke awal mula kisah ini terjadi. Beberapa minggu terakhir gelombang panas sepertinya sedang menghampiri Kota S. Tidak melebih-lebihkan, tetapi panasnya memang seperti ada lima matahari di atas kepala. Di akhir minggu ketiga bulan April, seperti biasa aku dan anak-anak yang itu lagi itu lagi, menghabiskan waktu di tepian sambil menikmati segelas matcha dan sepotong burger yang katanya enak. Hari semakin malam, salah satu yang menjadi topik bahasan kita adalah tentang golongan darah. Konon katanya golongan darah O adalah yg paling manis, jadi disukai nyamuk deh. Betul ju...
Dulu, ada seorang anak yang berusia sekitar 4 atau 5 tahun. Di rumah kecilnya, ada sebuah lemari besar yang diletakkan di ruang keluarga. Awalnya lemari itu untuk menyimpan barang-barang pajangan milik nenek, tapi lama kelamaan berubah menjadi rak buku yang berisi puluhan buku cerita anak. Setiap buku memiliki nomor dan tanggal pembelian dan tentu saja dibubuhi sebuah tanda tangan (yang berubah-ubah di setiap buku). Nah, milik siapakah buku-buku ini? Ya tentu saja miliknya. Ada yang bertanya, "kok dia bisa suka baca sih?" Hm, iya mungkin karena terbiasa. Sejak kecil ibunya selalu membacakan cerita sebelum tidur. Sebelum anak itu lancar membaca, buku-buku fabel bergambar itu selalu dibacakan, lalu dia akan membuka dan melihat-lihat ilustrasinya. Sampai pada waktu dimana dia menjadi seorang anak kecil yang bisa membaca sendiri, buku itu menjadi teman setiap malam. Dulu, sekali setiap bulan anak ini selalu diajak pergi ke toko buku di sebuah mall (yang sebenarnya pada waktu itu...